Kamis, 14 April 2011

apa arti kemajuan ekonomi indonesia?

“Apa arti kemajuan dalam perekonomian Indonesia?” begitu kira kira pertanyaan Bu Oemi. Saya pun segera tahu bahwa ini bukan pertanyaan mudah, karena dia adalah mantan dosen saya.
Karena tak kunjung mendapatkan jawaban yang tepat, saya pun sekenanya menjawab “Perekonomian Indonesia dikatakan telah maju antara lain bila terjadi peningkatan penjualan mobil dan konsumsi semen.” Bu Oemi terheran-heran, “Benar itu? Anda bercanda?” Saya katakan saya agak bercanda, tetapi itu serius. Dua variabel itu memang sering dipakai dalam mengukur kemajuan ekonomi kita. Setelah kami berpisah, pertanyaan Bu Oemi terus mengganggu saya. Apa arti kemajuan perekonomian Indonesia?
Apanya yang maju? Siapa yang maju? Kenapa disebut maju? Saya belum sempat mengatakan ke Bu Oemi bahwa Indonesia menggunakan variabel yang disebut coincident economic index (CEI),yang mengukur apa yang terjadi dengan perekonomian saat ini, saat variabel itu diukur.Variabel ini diukur antara lain dengan penjualan mobil dan konsumsi semen. Makin banyak penjualan mobil dan konsumsi semen, makin baiklah perekonomian kita. Sejak Februari 2009, indeks ini terus menguat, yang berarti perekonomian Indonesia terus membaik.  “Mengapa penjualan mobil dan konsumsi semen merupakan indikator perbaikan ekonomi Indonesia?” terbayang Bu Oemi akan mengajukan pertanyaan itu.
“Sebab, selama ini terjadi korelasi kuat antara CEI dengan pertumbuhan produksi nasional, atau yang sering disebut juga dengan pertumbuhan pendapatan nasional.” “Kalau pengukurnya antara lain penjualan mobil, berarti kemacetan lalu lintas menandakan kemajuan perekonomian?” Bu Oemi menyela lagi. “Betul Bu” jawab saya. “Lihat saja di banyak daerah dan di pedesaan. Orang akan bangga kalau daerahnya makin ramai dengan kendaraan. Mereka tidak peduli dengan kepadatan kendaraan dan polusi udara serta suara bising karena kendaraan.” Bu Oemi sedih mendengar jawaban saya. “Anda tadi juga menyebutkan bahwa konsumsi semen termasuk salah satu indikator perbaikan ekonomi Indonesia?”
“Ya,Bu. Artinya, makin banyak gedung dibuat, makin banyak tanah tertutup semen, makin baiklah perekonomian kita.” “Jadi, banjir dan macet di Jakarta itu pertanda makin majunya perekonomian Jakarta?” tanya Bu Oemi “Ekonom kok aneh ya?” Itu belum terlalu aneh, saya melanjutkan, ada lagi variabel yang disebut leading economic index (LEI). Indeks ini untuk melihat apakah ekonomi akan maju dalam enam sampai12 bulan ke depan. Salahsatu variabelnya adalah izin mendirikan bangunan. Makin banyak izin dikeluarkan untuk mendirikan bangunan, perekonomian diharapkan akan terus berkembang dalam 6–12 bulan ke depan.
“Maka, Ibu jangan kaget kalau Jakarta terus-menerus banjir dan macet.” Terbayang,  Bu Oemi ingin mendengar yang “lucu-lucu” lagi mengenai perekonomian Indonesia. Maka, saya ceritakan bahwa perekonomian Indonesia juga dikatakan sudah semakin maju kalau kita makin sering melihat turis asing di Indonesia. Kedatangan turis asing memang merupakan salah satu pengukur LEI. Meningkatnya jumlah turis dalam negeri tidak penting untuk perekonomian Indonesia. “Jadi, itu yang namanya kemajuan perekonomian Indonesia? Tetapi, apa arti pembangunan ekonomi? Bukankah pembangunan ekonomi bukan sekadar pertumbuhan ekonomi? Ekonomi yang tumbuh pesat apakah berarti masyarakat tambah sejahtera?” Itu mungkin pertanyaan yang akan diajukan oleh Bu Oemi. Karena saya belum tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu, saya akan ceritakan ke Bu Oemi, bahwa perekonomian akan terus membaik bila masyarakat bertingkah laku yang boros. Bila masyarakat tidak suka menabung, tetapi suka pinjam,pinjam,dan pinjam; kemudian, belanja,belanja,dan belanja, maka perekonomian akan membaik.
Salah satu pengukur kemajuan perekonomian adalah indeks kepercayaan konsumen. Indeks ini makin tinggi bila konsumen optimistis. Konsumen yang optimistis artinya konsumen yang makin berani berbelanja. “Jadi, kita dianjurkan untuk boros?” sela Bu Oemi. Ekonom tak pernah bicara secara terang-terangan bahwa masyarakat harus boros. Tetapi, mereka akan senang bila masyarakat banyak berbelanja. Apalagi, di Indonesia, konsumsi rumah tangga menunjang kira-kira 60% pendapatan nasional. Coba lihat kebijakan pemerintah yang menurunkan suku bunga, atau membuat suku bunga tetap rendah.
Tujuannya adalah agar orang lebih banyak meminjam. Suku bunga yang rendah sesungguhnya adalah hukuman untuk orang yang suka menabung, apalagi di tengah cepatnya kenaikan harga. “Bagaimana dengan kesejahteraan masyarakat Indonesia? Bagaimana dengan derajat kesehatan, tingkat pendidikan, kerusakan lingkungan, frustrasi karena macet, rasa aman, dan jaminan sosial termasuk jaminan hidup di masa tua?” terlintas Bu Oemi akan mengajukan pertanyaan ini. “Sebagian besar ekonom, termasuk yang di Indonesia, sudah sadar bahwa pembangunan ekonomi bukan sekadar pertumbuhan ekonomi. Kami semua sudah belajar akan hal itu.
Tetapi, ketika tiba pada pengukuran pembangunan ekonomi, banyak di antara kami yang terjebak dengan konsentrasi pada pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, muncul pengukuran dengan variabel yang lucu-lucu tadi, seperti penjualan mobil, penjualan semen, jumlah izin mendirikan bangunan, dan jumlah turis asing.Variabel itu dipilih semata karena variabel ini berkorelasi kuat dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Orientasinya memang pertumbuhan ekonomi. Dampak negatif tidak dilihat sama sekali.” Saya lalu ingat pada pengajaran ilmu ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia. Pelajaran teori ekonomi mikro dimulai dengan kuliah bagaimana memaksimalkan kepuasan, yang sering disebut utility.
Kemudian diperkenalkan pendapatan sebagai kendala utama meningkatkan kepuasan tersebut. Nah, para mahasiswa lalu belajar bahwa peningkatan pendapatan itu hal yang terpenting dalam perekonomian. Dalam teori ekonomi makro, mula-mula mahasiswa diajarkan bagaimana mengukur pendapatan nasional dengan segala kelemahannya sebagai indikator kesejahteraan. Namun, pelajaran selanjutnya tidak pernah lagi mengingat kelemahan tersebut. Semua diskusi terfokus pada bagaimana meningkatkan pendapatan nasional, tidak peduli pada dampak negatif dari proses peningkatan pendapatan nasional dan kelemahan pengukuran tersebut.
“Jadi, wajar bila sebagian ekonom terobsesi dengan pertumbuhan ekonomi. ” Saya merenung, saya belum tahu apa yang harus saya jawab kalau nanti saya benar-benar bertemu Bu Oemi, “Jadi, apa arti kemajuan perekonomian Indonesia?”

http://mletiko.com/2010/10/12/apa-arti-kemajuan-perekonomian-indonesia/
Share:

Tugas 3


1. Jelaskan dengan singkat yang dimaksud dengan:
a. Pertumbuhan Kesenjangan
b. Kemiskinan
jawab :
a.Pertumbuhan Kesenjangan : Hubungan Antara Pertumbuhan dan Kesenjangan
Hubungan antara tingkat kesenjangan pendapatan dengan pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan dengan Kuznet Hypothesis. Hipotesis ini berawal dari pertumbuhan ekonomi (berasal dari tingkat pendapatan yang rendah berasosiasi dalam suatu masyarakat agraris pada tingkat awal) yang pada mulanya menaik pada tingkat kesenjangan pendapatan rendah hingga pada suatu tingkat pertumbuhan tertentu selanjutnya kembali menurun. Indikasi yang digambarkan oleh Kuznet didasarkan pada riset dengan menggunakan data time series terhadap indikator kesenjangan Negara Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat.
Pemikiran tentang mekanisme yang terjadi pada phenomena “Kuznet” bermula dari transfer yang berasal dari sektor tenaga kerja dengan produktivitas rendah (dan tingkat kesenjangan pendapatannya rendah), ke sektor yang mempunyai produktivitas tinggi (dan tingkat kesenjangan menengah). Dengan adanya kesenjangan antar sektor maka secara subtansial dapat menaikan kesenjangan diantara tenaga kerja yang bekerja pada masing-masing sektor (Ferreira, 1999, 4).
Versi dinamis dari Kuznet Hypothesis, menyebutkan kan bahwa kecepatan pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun (dasawarsa) memberikan indikasi naiknya tingkat kesenjangan pendapatan dengan memperhatikan initial level of income (Deininger & Squire, 1996). Periode pertumbuhan ekonomi yang hampir merata sering berasosiasi dengan kenaikan kesenjangan pendapatan yang menurun.
b. kemiskinan, adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan

2.sebutkan dan jelaskan faktor2 penyebab kemiskinan?(minimal 5)
Jawab:
  • penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
  • penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
  • penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
  • penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
  • penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
Sebutkan dasn jelaskan upaya pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan?
Jawab :
Program Penanggulangan Kemiskinan
Beberapa program yang tengah digalakkan oleh pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan antara lain dengan memfokuskan arah pembangunan pada tahun 2008 pada pengentasan kemiskinan. Fokus program tersebut meliputi 5 hal antara lain pertama menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok; kedua mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin; ketiga menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat; keempat meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar; dan kelima membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.
Dari 5 fokus program pemerintah tersebut, diharapkan jumlah rakyat miskin yang ada dapat tertanggulangi sedikit demi sedikit. Beberapa langkah teknis yang digalakkan pemerintah terkait 5 program tersebut antara lain:
a. Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Fokus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti :
• Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton
• Stabilisasi/kepastian harga komoditas primer
b. Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin. Fokus program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat/keluarga miskin. Beberapa program yang berkenaan dengan fokus ini antara lain:
• Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala usaha mikro dengan pola bagi hasil/syariah dan konvensional.
• Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
• Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usaha mikro
• Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal
• Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro
• Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
• Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil
• Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan dan ketahanan keluarga
• Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah
• Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.
c. Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan fokus ketiga ini antara lain :
• Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan
• Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah
• Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus
• Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat.
d. Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar. Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan fokus ini antara lain :
• Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs);
• Beasiswa siswa miskin jenjang Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah (SMA/SMK/MA);
• Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi;
• Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III rumah sakit;
e. Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. Fokus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi. Program teknis yang di buat oleh pemerintah seperti :
• Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan anak (PUA)
• Pemberdayaan sosial keluarga, fakir miskin, komunitas adat terpencil, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.
• Bantuan sosial untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban bencana sosial.
• Penyediaan bantuan tunai bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) yang memenuhi persyaratan (pemeriksaan kehamilan ibu, imunisasi dan pemeriksaan rutin BALITA, menjamin keberadaan anak usia sekolah di SD/MI dan SMP/MTs; dan penyempurnaan pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada keluarga miskin/RTSM) melalui perluasan Program Keluarga Harapan (PKH).
• Pendataan pelaksanaan PKH (bantuan tunai bagi RTSM yang memenuhi persyaratan).

http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2132986-pengertian-kesenjangan-ekonomi/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
http://marx83.wordpress.com/2008/07/05/upaya-penanggulangan-kemiskinan/
Share:

Selasa, 15 Maret 2011

tugas 2



ANGGOTA KELOMPOK :
1.     AGUNG SUKMA (20210317)
2.     ALI MUCHTAR SURYONO (20210555)
3.     ARDY NOFIAN (21210009)
4.     F RANDA P (22210683)
MATA KULIAH               :
  • PEREKONOMIAN INDONESIA # (SOFTSKILL)
DOSEN                             :
  • SEPTI MARIANI TIS’A RAMADANI
Pendahuluan
Investasi atau penanaman modal adalah suatu penanaman modal yang diberikan oleh perseorangan atau perusahaan atau organisasi baik dalam negeri maupun luar negeri. Faktor yang dapat mempengaruhi investasi yang dijadikan bahan pertimbangan investor dalam menanamkan modalnya, antara lain : Pertama faktor Sumber Daya Alam, Kedua faktor Sumber Daya Manusia, Ketiga faktor stabilitas politik dan perekonomian, guna menjamin kepastian dalam berusaha, Keempat faktor kebijakan pemerintah, Kelima faktor kemudahan dalam peizinan.
Dari segi Penanaman Modal Asing, banyak faktor yang menyebabkan timbulnya keengganan masuk investasi ke Indonesia pada saat ini. Faktor-faktor yang dapat menjadi pendukung masuknya arus investasi ke suatu negara, seperti jaminan keamanan, stabilitas politik, dan kepastian hukum, tampaknya menjadi suatu permasalahan tersendiri bagi Indonesia. Bahkan otonomi daerah yang sekarang diterapkan di Indonesia dianggap menjadi permasalahan baru dalam kegiatan investasi di beberapa daerah. Maka dari itu, Pemerintah mengeluarkan UU Penanaman Modal Asing (UU No. 1/1967) untuk menarik investasi asing guna membangun ekonomi nasional. Di Indonesia adalah wewenang Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memberikan persetujuan dan ijin atas investasi langsung luar negeri.
Masuknya perusahaan asing dalam kegiatan investasi di Indonesia dimaksudkan sebagai pelengkap untuk mengisi sektor-sektor usaha dan industri yang belum dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh pihak swasta nasional. Modal asing juga diharapkan secara langsung maupun tidak langsung dapat lebih merangsang dan menggairahkan iklim atau kehidupan dunia usaha, serta dapat dimanfaatkan sebagai upaya menembus jaringan pemasaran internasional melalui jaringan yang mereka miliki. Selanjutnya modal asing diharapkan secara langsung dapat mempercepat proses pembangunan ekonomi Indonesia.
Namun dari segi Penanaman Modal Dalam Negeri, Pemerintah mengeluarkan Ketentuan mengenai Penanaman Modal diatur didalam Undang-undang No. 25 Tahun 2005 tentang Penanaman Modal. Penanam Modal Dalam Negeri dapat dilakukan oleh perseorangan Warga Negara Indonesia, badan usaha Negeri, dan/atau pemerintah Negeri yang melakukan penanaman modal di wilayah negara Republik Indonesia. Kegiatan usaha atau jenis usaha terbuka bagi kegiatan penanaman modal, kecuali bidang usaha atau jenis usaha yang dinyatakan tertutup dan terbuka dengan persyaratan dan batasan kepemilikan modal Negeri atas bidang usaha perusahaan diatur didalam Peraturan Presiden No. 36 Tahun 2010 Tentang Perubahan Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.
1.    Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
Pengertian
Penanaman Modal Dalam Negeri adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri. Ketentuan mengenai Penanaman Modal diatur didalam Undang-undang No. 25 Tahun 2005 tentang Penanaman Modal.
Penanam modal Dalam Negeri dapat dilakukan oleh perseorangan WNI, badan usaha Negeri, dan/atau pemerintah Negeri yang melakukan penanaman modal di wilayah negara Republik Indonesia. Kegiatan usaha usaha atau jenis usaha terbuka bagi kegiatan penanaman modal, kecuali bidang usaha atau jenis usaha yang dinyatakan tertutup dan terbuka dengan persyaratan dan batasan kepemilikan modal Negeri atas bidang usaha perusahaan diatur didalam Peraturan Presiden No. 36 Tahun 2010 Tentang Perubahan Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi PMDN :
a.       Potensi dan karakteristik suatu daerah
b.      Budaya masyarakat
c.       Pemanfaatan era otonomi daerah secara proposional
d.      Peta politik daerah dan nasional
e.       Kecermatan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan local dan peraturan daerah yang menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia bisnis dan investasi
Syarat-syarat PMDN  :
ü  Permodalan: menggunakan modal yang merupakan kekayaan masyarakat Indonesia (Ps 1:1 UU No. 6/1968) baik langsung maupun tidak langsung .
ü  Pelaku Investasi : Negara dan swasta. Pihak swasta dapat terdiri dari orang dan atau badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum di Indonesia
ü  Bidang usaha : semua bidang yang terbuka bagi swasta, yang dibina, dipelopori atau dirintis oleh pemerintah
ü  Perizinan dan perpajakan : memenuhi perizinan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. Antara lain : izin usaha, lokasi, pertanahan, perairan, eksplorasi, hak-hak khusus, dll
ü  Batas waktu berusaha : merujuk kepada peraturan dan kebijakan masing-masing daerah
ü  Tenaga kerja: wajib menggunakan tenaga ahli bangsa Indonesia, kecuali apabila jabatan-jabatan tertentu belum dapat diisi dengan tenaga bangsa Indonesia. Mematuhi ketentuan UU ketenagakerjaan (merupakan hak dari karyawan)

Dokumen pendukung permohonan PMDN :
  1. Bukti diri pemohon :
    1. Rekaman Akte Pendirian perusahaan dan perubahannya untuk PT, BUMN/ BUMD, CV, Fa; atau
    2. Rekaman Anggaran Dasar bagi Badan Usaha Koperasi; atau
    3. Rekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk Perorangan.
  2. Surat Kuasa dari yang berhak apabila penandatangan permohonan bukan dilakukan oleh pemohon sendiri.
  3. Rekaman Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pemohon.
  4. Uraian Rencana Kegiatan :
    1. Uraian Proses Produksi yang dilengkapi dengan alir proses (Flow Chart), serta mencantumkan jenis bahan baku/bahan penolong, bagi industri pengolahan; atau
    2. Uraian kegiatan usaha, bagi kegiatan di bidang jasa.
    1. Persyaratan dan/atau ketentuan sektoral tertentu yang dikeluarkan oleh Pemerintah, seperti yang tercantum antara lain dalam Buku Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penanaman Modal.
    2. Khusus sektor pertambangan yang merupakan kegiatan ekstraksi, sektor energi, sektor perkebunan kelapa sawit dan sektor perikanan harus dapat rekomendasi dari instansi yang bersangkutan.
    3. Khusus untuk bidang usaha industri pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit yang bahan bakunya tidak berasal dari kebun sendiri, harus dilengkapi dengan jaminan bahan baku dari pihak lain yang diketahui oleh Dinas Perkebunan Kabupaten/Kota setempat.
  5. Bagi bidang usaha yang dipersyaratkan kemitraan :
    1. Kesepakatan/perjanjian kerjasama tertulis mengenai kesepakatan bermitra dengan Usaha Kecil, yang antara lain memuat nama dan alamat masing-masing pihak, pola kemitraan yang akan digunakan, hak dan kewajiban masing-masing pihak, dan bentuk pembinaan yang diberikan kepada usaha kecil.
    2. Akta Pendirian atau perubahannya atau risalah RUPS mengenai penyertaan Usaha Kecil sebagai pemegang saham, apabila kemitraan dalam bentuk penyertaan saham.
  6. Surat Pernyataan di atas materai dari Usaha Kecil yang menerangkan bahwa yang bersangkutan memenuhi kriteria usaha kecil sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995.
Note : Untuk persyaratan No. 5 a, b, c akan di koordinasikan oleh BKPM dengan instansi terkait.
Proses pengurusan :

  1. Pemeriksaan dan persiapan permohonan MODEL I / PMDN
  2. Pengajuan dan monitor permohonan
  3. Persetujuan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
  4. Akta Pendirian Perusahaan dari Notaris
  5. Surat Keterangan Domisili Perusahaan
  6. NPWP – Nomor Pokok Wajib Pajak
  7. Pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
  8. SPPKP – Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
  9. TDP – Tanda Daftar Perusahaan
2.      Penanaman Modal Asing (PMA)
Pengertian
Penanaman Modal Asing (PMA) merupakan bentuk investasi dengan jalan membangun, membeli total atau mengakuisisi perusahaan. Penanaman Modal di Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan Penanaman Modal Asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik menggunakan modal asing sepenuhnya maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri (Pasal 1 Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal).
Penanaman Modal Asing (PMA) lebih banyak mempunyai kelebihan diantaranya sifatnya jangka panjang, banyak memberikan andil dalam alih teknologi, alih keterampilan manajemen, membuka lapangan kerja baru. Lapangan kerja ini, sangat penting bagi negara sedang berkembang mengingat terbatasnya kemampuan pemerintah untuk penyediaan lapangan kerja.
Fungsi Penanaman Modal Asing bagi Indonesia :
1.      Sumber dana modal asing dapat dimanfaatkan untuk mempercepat investasi dan pertumbuhan ekonomi.
2.      Modal asing dapat berperan penting dalam penggunaan dana untuk perbaikan struktural agar menjadi lebih baik lagi.
3.      Membantu dalam proses industrilialisasi yang sedang dilaksanakan.
4.       Membantu dalam penyerapan tenaga kerja lebih banyak sehingga mampu mengurangi pengangguran.
5.      Mampu meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat.
6.      Menjadi acuan agar ekonomi Indonesia semakin lebih baik lagi dari sebelumnya.
7.       Menambah cadangan devisa negara dengan pajak yang diberikan oleh penanam modal.
Tujuan Penanaman Modal Asing :
1.      Untuk mendapatkan keuntungan berupa biaya produksi yang rendah, manfaat pajak lokal dan lain-lain.
2.      Untuk membuat rintangan perdagangan bagi perusahaan-perusahaan lain
3.      Untuk mendapatkan return yang lebih tinggi daripada di negara sendiri melalui tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, sistem perpajakkan yang lebih menguntungkan dan infrastruktur yang lebih baik.
4.      Untuk menarik arus modal yang signifikan ke suatu Negara
Faktor yang Mempengaruhi Berkurangnya PMA :
1.      Instabilitas Politik dan Keamanan.
2.      Banyaknya kasus demonstrasi/ pemogokkan di bidang ketenagakerjaan.
3.      Pemahaman yang keliru terhadap pelaksanaan Undang-Undang Otonomi Daerah serta belum lengkap dan jelasnya pedoman menyangkut tata cara pelaksanaan otonomi daerah.
4.      Kurangnya jaminan kepastian hukum.
5.      Lemahnya penegakkan hukum.
6.      Kurangnya jaminan/ perlindungan Investasi.
7.      Dicabutnya berbagai insentif di bidang perpajakkan
8.      Masih maraknya praktek KKN
9.      Citra buruk Indonesia sebagai negara yang bangkrut, diambang disintegrasi dan tidak berjalannya hukum secara efektif makin memerosotkan daya saing Indonesia dalam menarik investor untuk melakukan kegiatannya di Indonesia.
10.  Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia
Hal – Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam PMA :
ü  Bagi Investor
1.      Adanya kepastian hukum.
2.      Fasilitas yang memudahkan transfer keuntungan ke negara asal.
3.      Prospek rentabilitas, tak ada beban pajak yang berlebihan.
4.      Adanya kemungkinan repatriasi modal (pengambilalihan modal oleh pemerintah pusat dan daerah) atau kompensasi lain apabila keadaan memaksa.
5.      Adanya jaminan hukum yang mencegah kesewenang-wenangan.
ü  Bagi Penerima Investasi
1.        Pihak penerima investasi harus sadar bahwa kondisi sosial, politik, ekonomi negaranya menjadi pusat perhatian investor.
2.        Dicegah tindakan yang merugikan negara penerima investasi dalam segi ekonomis jangka panjang dan pendek.
3.        Transfer teknologi dari para investor.
4.        Pelaksanaan investasi langsung atau investasi tidak langsung betul-betul dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan (mutual benefit) dan terutama pembangunan bagi negara/ daerah penerima.
ü  Faktor Penarik Investor Asing
1.        Transparansi pasar keuangan dalam informasi yang terpercaya yang mengalir dalam suatu aliran yang stabil. Tidak adanya transparansi selama proses investasi dapat sangat membatasi rentang perhatian para investor asing.
2.        Pasar finansial yang terbuka harus dibebaskan dari kendali pemerintah langsung dan perdagangan bawah tangan (insider trading).
3.        Adanya aturan hukum para ahli ekonomi yang telah disepakati.
4.        Nilai tukar yang fleksibel. Sehingga memudahkan para investor untuk berinvestasi.
ü  Minat Investasi Asing Meningkat
Ø  Berbagai negara termasuk Amerika Serikat telah menyatakan minatnya meningkatkan investasi di Indonesia. Penanaman modal asing (PMA) di Indonesia kini mencakup 85 persen dari total investasi di Indonesia, dan jumlah PMA ini berpotensi besar untuk terus tumbuh. Menko bidang Perekonomian Hatta Rajasa berpendapat Indonesia masih termasuk negara tujuan investasi baik dari investor lokal maupun asing.
Dalam kesempatan sama, Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengungkapkan Amerika Serikat juga merupakan negara yang sangat berpotensi meningkatkan investasi di Indonesia. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat hingga Januari-Juni 2010 minat investasi atau pendaftaran investasi penanaman modal asing (PMA) mencapai US$ 3,450 miliar dengan jumlah proyek 885 proyek. BKPM juga mencatat investor yang sudah mengantongi izin prinsip untuk PMA sebanyak 142 proyek senilai US$ 5,176 miliar dengan 125 proyek. Hingga Maret 2010 realisasi investasi di Indonesia mencapai 42 trilyun rupiah terdiri dari 574 proyek. Dari angka tersebut, PMA mencapai 36 trilyun rupiah dan investasi lokal mencapai 6 trilyun rupiah.
KESIMPULAN
Penanaman Modal Dalam Negeri adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah negara Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal dalam negeri dengan menggunakan modal dalam negeri. Penanam modal Dalam Negeri dapat dilakukan oleh perseorangan WNI, badan usaha Negeri, dan/atau pemerintah Negeri yang melakukan penanaman modal di wilayah negara Republik Indonesia. Kegiatan usaha usaha atau jenis usaha terbuka bagi kegiatan penanaman modal, kecuali bidang usaha atau jenis usaha yang dinyatakan tertutup dan terbuka dengan persyaratan dan batasan kepemilikan modal Negeri atas bidang usaha perusahaan diatur didalam Peraturan Presiden No. 36 Tahun 2010 Tentang Perubahan Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.
Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) merupakan bentuk investasi dengan jalan membangun, membeli total atau mengakuisisi perusahaan. Penanaman Modal Asing (PMA) lebih banyak mempunyai kelebihan diantaranya sifatnya jangka panjang, banyak memberikan andil dalam alih teknologi, alih keterampilan manajemen, membuka lapangan kerja baru. Lapangan kerja ini, sangat penting bagi negara sedang berkembang mengingat terbatasnya kemampuan pemerintah untuk penyediaan lapangan kerja.
SARAN DAN OPINI
Ø  Indonesia harus bisa membenahi terlebih dahulu sistem politik dan hukum agar para investor akan lebih banyak yang tertarik untuk menginvestasi di Indonesia.
Ø  Pengalokasian dana yang lebih baik dan bermanfaat. Bangun fasilitas dan bantu pendidikan Indonesia agar sdm di negeri ini tidak turun akan kualitasnya. Telah kita ketahui di Indonesia memang ada program tersebut, namun tidak terealisasikan dengan baik.
Ø  Memperbaiki infrastruktur yang dapat dimanfaatkan bagi para investor maupun para pekerjanya.
Ø  Perusahaan memberikan asuransi jiwa pada para pekerjanya. Sehingga mereka terlindungi dalam pekerjaannya.
Ø  Masih banyak para koruptor di Indonesia sehingga menyebabkan para investor berpikir ulang untuk berinvestasi di Indonesia. Jadi berantas lah para koruptor .
DAFTAR PUSTAKA
http://www.indietours.com/component/content/article/57-penanaman-modal/551-2-pmdn-penananaman-modal-dalam-negeri-.html
http://www.jbs.co.id/penanaman-modal-dalam-negeri-pmdn-menuperijinan-96.html
www.bkpm.go.id
www.wikipedia.com
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/10/31/178886/21/2/Penanaman-Modal-Dalam-Negeri-Meningkat
http://www.voanews.com/indonesian/news/Minta-Investasi-Asing-Naik-95957834.html
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=153466&Itemid=
Share:

Selasa, 15 Februari 2011

penggnguran diindonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) per hari ini mencatat ada sekira 1,1 juta orang yang menjadi pengangguran baru di Indonesia. Jumlah tersebut merupakan jumlah anak yang tamat sekolah (perguruan tinggi) namun belum bisa diterima bekerja.

"Minimal ada 1,1 juta anak tamat sekolah tidak bisa kerja," ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan RI Fadel Muhamad saat memberi sambutan Workshop "Mewujudkan Dunia Usaha Perikanan yang Maju, Mandiri dan Berkelanjutan melalui Dukungan Penyediaan Pembiayaan Perbankan, di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (22/4/2010).

Dengan demikian, pihaknya akan mendorong jumlah pengusaha baru di Indonesia. Saat ini, penetrasi pengusaha masih 0,18 persen dari total populasi Indonesia. Sedangkan, di Singapura mencapai 10 persen dan di Amerika Serikat mencapai 12 persen.

"Pengusaha tidak bisa lahir secara natural, tapi harus by design. Intinya pemerintah harus menyiapkan segala sesuatunya untuk mendorong pengusaha baru di Indonesia," katanya.

Pihaknya sendiri telah meminta kalangan perbankan untuk mengucurkan kredit ke sektor perikanan dan kelautan. Pasalnya, perbankan sendiri masih belum mengucuri kredit tersebut. Hal itu dianggap perbankan sebagai kredit dengan resiko cukup tinggi.

Sambil menunggu pengucuran kredit perbankan, pihaknya akan mendorong segmen tersebut untuk bisa layak mendapat kredit perbankan. "Kami telah mengubah anggaran dalam bentuk paket-paket. Misalnya ada paket ikan lele, ikan patin dan sebagainya. Lantas kami mengucuri dana ke paket-paket tersebut," katanya.(okezone.com)
http://beritajitu.com/index.php?option=com_content&view=article&id=407:pengangguran-di-indonesia-11-juta-orang&catid=34:nasional&Itemid=65
Share:

Senin, 14 Februari 2011

tugas 1

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
• Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
• Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
• Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
Mengukur kemiskinan


Gambaran kemiskinan di Mumbai, India oleh Antônio Milena/ABr.
Templat:ImageStackRight
Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori , yaitu Kemiskinan absolut dan Kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten , tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa).
Bank Dunia mendefinisikan Kemiskinan absolut sebagai hidup dg pendapatan dibawah USD $1/hari dan Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari, dg batasan ini maka diperkiraan pada 2001 1,1 miliar orang didunia mengkonsumsi kurang dari $1/hari dan 2,7 miliar orang didunia mengkonsumsi kurang dari $2/hari."[1] Proporsi penduduk negara berkembang yang hidup dalam Kemiskinan ekstrem telah turun dari 28% pada 1990 menjadi 21% pada 2001.[1] Melihat pada periode 1981-2001, persentase dari penduduk dunia yang hidup dibawah garis kemiskinan $1 dolar/hari telah berkurang separuh. Tetapi , nilai dari $1 juga mengalami penurunan dalam kurun waktu tersebut.
Meskipun kemiskinan yang paling parah terdapat di dunia bekembang, ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di setiap region. Di negara-negara maju, kondisi ini menghadirkan kaum tuna wisma yang berkelana ke sana kemari dan daerah pinggiran kota dan ghetto yang miskin. Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif masyarakat miskin, atau kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian ini keseluruhan negara kadang-kadang dianggap miskin. Untuk menghindari stigma ini, negara-negara ini biasanya disebut sebagai negara berkembang.
Diskusi tentang kemiskinan
Kemiskinan dipelajari oleh banyak ilmu, seperti ilmu sosial, ekonomi, dan budaya.
• Dalam ekonomi, dua jenis kemiskinan dipertimbangkan: kemiskinan absolut dan relatif.
• Dalam politik, perlawanan terhadap kemiskinan biasanya dianggap sebagai tujuan sosial dan banyak pemerintahan telah berupaya mendirikan institusi atau departemen. Pekerjaan yang dilakukan oleh badan-badan ini kebanyakan terbatas hanya dalam sensus dan pengidentifikasian tingkat pendapatan di bawah di mana warga negara dianggap miskin. Penanggulangan aktif termasuk rencana perumahan, pensiun sosial, kesempatan kerja khusus, dll. Beberapa ideologi seperti Marxisme menyatakan bahwa para ekonomis dan politisi bekerja aktif untuk menciptakan kemiskinan. Teori lainnya menganggap kemiskinan sebagai tanda sistem ekonomi yang gagal dan salah satu penyebab utama kejahatan.
• Dalam hukum, telah ada gerakan yang mencari pendirian "hak manusia" universal yang bertujuan untuk menghilangkan kemiskinan.
• Dalam pendidikan, kemiskinan mempengaruhi kemampuan murid untuk belajar secara efektif dalam sebuah lingkungan belajar. Terutama murid yang lebih kecil yang berasal dari keluarga miskin, kebutuhan dasar mereka seperti yang dijelaskan oleh Abraham Maslow dalam hirarki kebutuhan Maslow; kebutuhan akan keamanan dan rumah yang stabil, pakaian, dan jadwal makan yang teratur membayangi kemampuan murid-murid ini untuk belajar. Lebih jauh lagi, dalam lingkungan pendidikan ada istilah untuk menggambarkan fenomen "yang kaya akan tambah kaya dan yang miskin bertambah miskin" (karena berhubungan dengan pendidikan, tetapi beralih ke kemiskinan pada umumnya) yaitu efek Matthew.
Perdebatan yang berhubungan dalam keadaan capital manusia dan capital individual seseorang cenderung untuk memfokuskan kepada akses capital instructional dan capital social yang tersedia hanya bagi mereka yang terdidik dalam sistem formal.
Kemiskinan dunia
Deklarasi Copenhagen menjelaskan kemiskinan absolut sebagai "sebuah kondisi yang dicirikan dengan kekurangan parah kebutuhan dasar manusia, termasuk makanan, air minum yang aman, fasilitas sanitasi, kesehatan, rumah, pendidikan, dan informasi."
Bank Dunia menggambarkan "sangat miskin" sebagai orang yang hidup dengan pendapatan kurang dari AS$1 per hari, dan "miskin" dengan pendapatan kurang dari AS$ 2 per hari. Berdasarkan standar tersebut, 21% dari penduduk dunia berada dalam keadaan "sangat miskin", dan lebih dari setengah penduduk dunia masih disebut "miskin", pada 2001. [2]
Proyek Borgen menunjuk pemimpin Amerika memberikan AS$230 milyar per tahun kepada kontraktor militer, dan hanya AS$19 milyar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Perkembangan Milenium PBB untuk mengakhiri kemiskinan parah sebelum 2025.
Penyebab kemiskinan
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
• penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
• penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
• penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
• penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
• penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika Serikat (negara terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin; yaitu, orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati atas garis kemiskinan.
Menghilangkan kemiskinan
Tanggapan utama terhadap kemiskinan adalah:
• Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan.
• Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
• Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan

.http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
Share:

Selasa, 01 Februari 2011

arti dirimu

kau selalu kubanggakan
kau selalu ku idola kan
dan kau selalu jadi inspirasi ku
tapi apakah kau pun bangga,mengidolakan dan menjadikan ku inspirasi mu?
Kau datang dengan beribu keindahan dalam hidupku
Kau hiasi hidup ku dengan keindahan mu
Kau lengkapi kekurangan ku dengan keindahanmu
Kau buat aku merasakan indahnya sebuah kehidupan.
Tapi perlahan kau keindahan itu pupus seperti ditelan bumi
Kau tau apa yang kurasakan hanya sakit, perih , pedih yang kurasa saat kau pergi tinggalkan ku
Mengapa kau datang buat ku bahagia. Jika kau pun akan buat ku hancur
Apa salah ku sampai kau setega ini padaku.
Share:

Rabu, 22 Desember 2010

tugas 8

1.dalam bisnis internasional dikenal 2 transaksi bisnis internasional yaitu
a.perdagangan internasional (Internasional trade)
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.
b.pemasaran internasional (Internasional marketing)
pemasarann internasional adalah Penerapan konsep, prinsip, aktifitas, dan proses manajemen pemasaran dalam rangka penyaluran ide, barang atau jasa perusaahaan kepada konsumen di berbagai negara

2.coba jelaskan bagaimana tahap2 dalam memasuki bisnis internasional.dimulai tahapan yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahapan yang paling kompleks & mengandung resiko bisnis yang sangat tinggi?
jawaban:
1. Pahami dan kalahkan diri anda.

Cobalah untuk lebih mengenal diri anda, karena asset paling berharga dalam menjalankan bisnis adalah diri anda. Pemahaman terhadap diri sendiri akan membimbing anda menemukan jalur entrepreneurship yang sesuai bagi diri anda, semakin kita mengenal diri sendiri, semakin kecil pula peluang untuk terjadinya kesalahan-kesalahan yang tidak perlu dalam proses membangun sebuah bisnis. Mulailah melakukan analisa dan bertanya kepada diri anda. Apa visi dalam hidup anda? Target atau obsesi apa yang ingin anda raih dalam hidup ini? Anda ingin menjadi apa dan berada dimana dalam 5 atau 10 th kedepan? Apa alasan anda untuk terjun ke dunia bisnis? Apa minat dan potensi terbesar anda? Berapa besar modal yang anda miliki sekarang dan masih banyak lagi.

Setelah anda cukup memahami diri anda sendiri, sekarang saatnya anda menanamkan mindset “juara” dalam diri anda, kalahkan semua rasa takut. Rasa takut untuk gagal dan segala kekhawatiran yang kontraproduktif dalam diri anda. Hal ini penting untuk memupuk mental yang kuat serta berani menghadapi resiko. Yup setiap usaha pasti ada resiko yang harus dihadapi, namun seiring berjalanya waktu dan semakin banyak pengetahuan serta pengalaman yang anda miliki, anda akan semakin cerdik dalam menentukan langkah dan memanage resiko setiap keputusan bisnis yang akan anda ambil.

2. Menentukan satu pilihan dari beberapa alternatif usaha.

Dalam tahap awal membangun sebuah bisnis, saya sarankan anda untuk tidak terburu-buru menentukan jenis usaha. Siapkan sekurangnya 3 pilihan model bisnis yang akan anda geluti. Tentukan pilihan tersebut berdasarkan beberapa parameter: seperti kondisi demand permintaan konsumen terhadap barang atau jasa yang anda tawarkan, berapa besar minat konsumen terhadap produk anda dan kira-kira berapa lama kondisi ini akan bertahan (lihat trend di pasar untuk melakukan analisa ini), jumlah competitor yang harus anda hadapi serta minat atau kecintaan anda terhadap bidang bisnis tersebut. Setelah anda memiliki cukup data mengenai 3 pilihan model bisnis tersebut, baru anda menentukan pilihan model bisnis mana yang paling berpotensi serta sesuai dengan karakter dan sumber daya yang anda miliki.

Tips: pada tahap awal menjadi seorang pengusaha, pilih model bisnis yang sesuai dengan minat, bakat atau hobi anda. Dengan begitu anda akan lebih mencintai setiap proses dari apa yang anda kerjakan serta lebih konsisten. Nanti setelah anda sukses dan memiliki jam terbang tinggi dalam bisnis baru melakukan expansi usaha yang murni berdasar peluang atau spekulasi. Jangan sampai salah langkah ya! :-)

3. Research and learning

Setelah anda menjatuhkan pilihan model bisnis yang akan anda geluti, lakukan research lebih mendalam mengenai bisnis tersebut. Research dapat anda lakukan melalui bermacam referensi seperti buku, majalah bisnis, surat kabar, internet, atau bertanya langsung kepada pelaku usaha bisnis tersebut. Kumpulkan sebanyak mungkin informasi pentiing seperti:

* Jangka waktu Return of Investment (ROI) / baliknya modal bisnis tersebut.
* Segmentasi dan positioning produk anda.
* Potensi penghasilan yang akan anda dapatkan.
* Kendala apa saja yang biasanya di hadapi dilapangan.
* Cost produksi yang harus anda belanjakan setiap bulanya.
* Besar resiko yang harus di tanggung jika produk tidak laku.
* Seberapa unik produk anda dibanding produk lain yang di tawarkan competitor dalam ceruk bisnis yang sama (bargaining power).
* Keahlian apa yang anda miliki untuk menjual produk tersebut.
* Infrastruktur apa yang diperlukan untuk menjalankan roda bisnis (showroom atau yang lainya).
* Berapa besar dana yang anda perlukan untuk bisa survive dalam 6 bulan kedepan dan melewati masa-masa sulit di awal sebuah bisnis, serta lain sebagainya.

Tidak pernah berhenti untuk belajar dan mengumpulkan sebanyak mungkin pengetahuan adalah kunci pokok dalam tahap awal sebuah bisnis. Anda juga dapat bergabung dalam sebuah komunitas wirausaha seperti TDA (Tangan di Atas Community), selain untuk memperluas networking, komunitas seperti ini juga bermanfaat untuk saling bertukar informasi mengenai peluang, tips dan trik serta sumber pembiayaan sebuah bisnis.

4. Membuat sebuah Business Plan

The Queensland Small Business Corporation melakukan survei kepada sekitar 500 pengusaha yang memiliki perencanaan bisnis dan menemukan beberapa fakta manfaat dari business plan sebagai berikut :

* Efektif menunjang goal 100%
* Membantu meningkatkan penjualan 91%
* Menunjang profit 81%
* Meningkatkan jumlah karyawan 79%
* Meningkatkan produktivitas beberapa kali lipat dari sebelumnya

So, apa saja yang harus kita pikirkan untuk membuat sebuah business plan?

Tentukan VISI: Visi adalah gambaran suatu kondisi yang ingin anda raih di masa yang akan datang, anda ingin bisnis anda ini nantinya seperti apa, itu yang wajib anda miliki. Visi akan menjadi spirit bagi dalam menjalani setiap proses serta wajib menjadiinspirasi bagi team agar bersama sama bergerak mencapai visi yang ingin anda capai.

Tentukan target market: Anda dapat menentukan target pasar bagi produk anda berdasarkan beberapa faktor, antara lain: usia, jenis kelamin, rata rata penghasilan, status pernikahan, pendidikan, pekerjaan, hobi, geografis, dimana mereka sering berkumpul, media apa saja yang sering mereka lihat dll.

Tentukan target omzet: Tentukan target omzet penjualan dan target jumlah customer anda dalam 1 tahun ke depan, kemudian jabarkan menjadi target per bulan yang harus anda capai.

Marketing Communication: Tentukan media komunikasi yang efektif dan efisien untuk mengkomunikasikan produk anda ke target market yang dituju. Pada tahap ini dibutuhkan extra energy untuk melakukan brand awareness kepada masyarakat mengingat produk anda masih baru. Agar target market membeli produk anda maka isi dari komunikasi wajib memenuhi kriteria AIDA (Attention, Desire, Interest and Action).

Action plan: Tentukan detail pelaksanaan dari rencana komunikasi pemasaran, meliputi: executor/pelaksana, konsep pelaksanaan, budget yang diperlukan dan siapa mengontrol pelaksanaannya serta target waktu penyelesaian.

5. Konsisten

Sebuah business plan yang hebat tidak akan berarti apa-apa jika anda hanya meletakkanya dalam sebuah catatan yang rapi tanpa disertai konsistensi untuk melaksanakanya. Komitmen dan konsistensi anda lah yang menetukan berhasil atau tidaknya sebuah bisnis. Kesuksesan berawal dari tindakan kecil yang anda lakukan secara terus menerus, ada proses belajar disana, semakin serius anda belajar dan konsisten maka akan semakin terasah business instinct anda dalam menentukan strategi pemasaran maupun branding terbaik untuk mengakuisisi target market anda.

Untuk menutup artikel ini, sekali lagi saya ingatkan, mari kita mulai dari diri sendiri untuk bangkit menuju masa depan yang lebih baik. Teruslah belajar dan lakukan action, kerja keras dalam berusaha dengan diiringi doa InsyaAllah akan mengantarkan anda menuju kondisi yang lebih baik. Jika anda memiliki pandangan yang berbeda atau mungkin tambahan poin penting lainya yang harus dilakukan pada tahap awal membangun sebuah bisnis, fell free to drop your comment and let’s start the discussion.
6.Satu hal lagi adalah faktor waktu. Anda perlu kompromi dengan waktu dan menyadari bahwa waktu adalah teman, bukan pesaing. Proses membutuhkan waktu dan kesabaran. Semakin Anda berlatih Anda menjadi semakin ahli. Satu saathttp://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8015752655253766338&postID=1094138524494087296 hari yang Anda nanti-nantikan akan datang. Di hari itu Anda mengatakan bahwa Anda tidak menyesal melakukan ini semua. Hari dimana Anda merasakan kesuksesan dari usaha Anda sendiri.

3.hambatan apa saja dalam memasuki dunia bisnis internasional?
jawaban:
1. Batasan perdagangan dan tariff bea masuk
2. Perbedaan bahasa, social budaya/cultural
3. Kondisi politik dan hokum/perundang-undangan
4. Hambatan operasional
5. hambatan para pesaing

sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_internasional
http://aspiandi.wordpress.com/2009/06/01/pengertian-pengertian-pemasaran-internasional/
http://www.ruangkeluarga.com/langkah-memulai-bisnis-yang-sukses.html
http://brightcamp.net/5-tahapan-penting-yang-harus-dilakukan-untuk-memulai-sebuah-bisnis/
Share:

Visitor

Flag Counter

BTemplates.com